Monday, May 19, 2014

Tidak Ada yang lebih Mulia antara Pengusaha dan Karyawan


Postingan kali ini masih sedikit tentang pertemanan :)

Aku mempunyai teman-teman dari beberapa perkumpulan, teman kantor, teman bermain, teman SMA , teman kuliah, teman komunitas.

Disatu sisi jika aku berkumpul bersama salah satu perkumpulan dari mereka, aku mendapat anggapan bahwa ga ada yang lebih keren dibanding kerja di pemerintahan atau perusahaan asing plus ternama, apalagi kalo bukan berarti pintar karena rangkaian tes dan rate take home pay yang menggoda.

Disisi lainnya perkumpulan yang lain memberi sudut pandang bahwa tidak ada yang lebih luarbiasa jika bisa menjadi pengusaha dari usia muda. Hidup sesuai passion, menjalani kehidupan dengan enjoy. Dan HELOO hidup cuma sekali..

Jadi aku mendapat dua pemikiran berbeda, dan tentu saja keputusan akan jalan hidupku ada ditanganku. Pihak pertama (mengejar jabatan tinggi diperusahaan) cenderung beranggapan bahwa pihak kedua (pengusaha) terlalu muluk, terlalu beresiko. Pihak kedua pun beranggapan bahwa pihak pertama terlalu "let it flow" akan kehidupan.

Tapi master Dewa Eka Prayoga memberitahuku lewat bukunya


"Tidak ada yang lebih mulia antara pengusaha dan karyawan kecuali ketaqwaannya kepada Allah SWT"


Yup betul banget, ini semua pilihan hidup dan apapun pilihannya, pastikan bahwa orang lain yang berbeda dengan pilihan kita, tidak kita nilai sebelah mata. :) :)

Tuesday, April 15, 2014

Tuesday, March 25, 2014

Obat Agar Bersyukur



Ketika sedih atas kehidupan ini, pergilah ke pasar. Sebelumnya tukarkan dulu uang menjadi 10.000an atau 20.000an setelah itu dapati itu sudah ada beberapa lembar. Datangilah para penjual keliling biasanya ia menjual plastik, serbet, ataupun tas ramah lingkungan. Awalnya tanyakan dulu tentang dagangan mereka, lalu kasih uangnya tanpa membeli. Lihatlah , ada satu bagian dalam diri yang (aku tdk bisa mendeskripsikannya), rasa yang tidak didapatkan saat melakukan kegiatan lainnya, rasakan sensasinya. Jika ia tersenyum itu tambahan energi lagi, tatap matanya, dan berikan senyuman terbaik.

Jika lupa caranya bersyukur lakukan hal ini beberapa kali. Semoga kembali ingat bagaimana caranya bersyukur ^^

Tipikal orang : Nyindir


Dalam hidup kita dihadapkan dengan berbagai macam manusia. Apalagi semakin banyak kegiatan yang diikuti banyak juga tipe atau karakter yang dihadapi. Namun yang menarikku adalah tipe orang yang suka nyindir orang lain. 

Mungkin aktivitas ini dilakukan tanpa sadar oleh yang bersangkutan, atau sadar? Ga paham juga. Tapi positif thinking aja kalo yang bersangkutan itu ga sadar yah.

Kritik dan sindiran itu berbeda.. pertanyaanku cuman atu biji sih, apakah sudah ga tersisa rasa damai didalam hati orang tersebut kali yah, sampai mungkin hidupnya tenang klo uda nyindir orang lain.

Menurut sumber yang aku baca, definisi kritik dan nyindir adalah

Kritik itu kecaman atau tanggapan , yang kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya

Nyindir celaan, ejekan, mencela seseorang, tapi ditujukan kepada orang lain

Satu per satu orang mulai risih dan memutuskan untuk meninggalkan, apa yang seharusnya ia kerjakan. Apa aku menyalahkan? Bisa iya bisa tidak. Iya nya karena orang tsb masih punya tanggung jawab, tidaknya karena hidup manusia itu beda-beda, dan sebaiknya kehadiranmu tidaklah menambah beban bagi orang lainnya, setiap orang punya pilihan. 

Jadi ketika orang nyindir itu tertawa, yang harus kita pastikan adalah “ia tertawa bersama , atau mentertawakan” ini hal yang berbeda.

Hematku, mungkin orang yang suka nyindir hidupnya tertekan, ga tau mau nyalurin emosi negatifnya kemana. Jadi ya orang lain yang tindakannya ga sesuai sama harapan-harapannya akan kena imbasnya.
Ya begitulah kehidupan, tipikal orang berbeda-beda. Sebetulnya aku mikir beberapa x untuk posting tentang hal ini, siapa aku. Sok tau banget bahas bgnian, ditengah-tengah kekurangan aku yang bejibun.

Semoga aku dimaafkan.
Ara