Showing posts with label hope. Show all posts
Showing posts with label hope. Show all posts

Sunday, February 9, 2014

Ketika Semua Ada Jatuh Temponya

Sebagai seorang staff finance, urusan jatuh tempo udah lumrah bgt dan jadi makanan tiap hari. Setiap liat invoice yang pertama dilihat adalah batesnya kapan, kenapa? bayar lebih dari tanggal yang ditentukan PERCAYALAH semua akan jauh lebih ribet. Denda semacam bunga, hubungan menjadi kurang baik, dan tentu aja citra atau nama baik perusahaan akan anjlok (bisa bisa masuk blacklist).

Begitu juga dalam hidup, semua ada jatuh temponya. Tetapkan dengan pasti apa yang ingin diwujudkan, dan berikan ia jatuh tempo. Lebih baik memang menulis dan me-list apa aja yang mau kita capai. 
Maka, in shaa Allah arah perilaku akan menuju kesana.. Tujuan dan target target itu sendiri secara tidak sadar akan membentu perilaku. Lebih baik di share kebeberapa orang seperti orang tua , kakak, dan sahabat. Ini penting juga, karena sifatnya seperti nazar. Jika lupa atau melanggar sendiri ada yang bakal ngingetin agar kembali ke track yang udah disusun.

Nah, ternyata ada point yang akan mendorong lebih jauh yang biasanya disebut dengan faktor eksternal. Tentu aja faktor internal sudah ku bahas diparagraf sebelumnya. Faktor eksternal itu sendiri adalah lingkungan dimana beraktivitas. Bergaul dengan orang-orang yang mempunyai visi hidup yang sama, atau teman-teman yang semangat positifnya luar biasa. Akan memberikan daya lebih lama untuk tubuh dan pikiran, menurutku. Mereka hadir seperti powerbank yang bisa mencharge kapan saja. Untuk apa? untuk mencapai tujuan tersebut. Jadiii, selain menentukan ambisi dan target hidup tentukan juga kapan jatuh temponya.

Bukan cuma urusan apa yang ingin dicapai ada jatuh temponya. Sesuatu yang tidak menyenangkan juga harus ada jatuh temponya. Kalo lagi ketimpa kesedihan aku emang kadang ga mau melawan rasa sedih yang ada, tapi aku bataskan. Misal waktu ga dipanggil-panggil lagi sama perusahaan yang aku incer, aku diem trus ngerenungin kesalahan aku pas tes dan membiarkan diriku sedih beberapa waktu. tapi setalah itu, selesai. "Oke raa, cukup sedihnya. sekarang kita mulai lagi yuk" itu yang aku bilang sama diriku.

Jadi, tentukan persis jatuh tempo mimpi mimpi, jika ada yang tidak tercapai. Mungkin bukan mimpinya yang harus diubah. Tapi cara mencapainya yang harus diperbaiki.

selamat berakhir pekan semua :)

Sunday, January 5, 2014

Terima kasih 2013

Dua rebu tiga belas.  (pake rebu yah bukan ribu) Hahaha..

Tahun yang penuh dengan warna warni lika liku asem manis kehidupan. Apa aja?

Sunday, November 24, 2013

Belajar Bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare

Postingan awal : Sunday, July 21, 2013

Aku ga pernah nyangka kalau aku akhirnya benar-benar kesini. Dari pertama yang ga dibolehin sama mama sampai akhirnya aku berhasil ngeyakinin beliau kalau disini aman dan jelas. Banyak hal yang aku dapatkan disini lebih dari sekedar belajar bahasa Inggris. Sebulan tanpa orang tua, pergi naik kereta sendiri, ketemu teman-teman baru dari segala penjuru Indonesia. dan ini perjalanan terjauh aku SENDIRI.

Skripsi dan ujian komprehensif akuntansi

Postingan awal : Friday, May 17, 2013

Aaahhh setelah sekian lama akhirnya bisa posting juga tentang perjuanganku selama dikuliah. Sekedar info kalo aku itu jurusan akuntansi dan kemarin ambil konsen akuntansi keuangan. Oke kita mulai ceritanyaa

Wednesday, October 30, 2013

Antara Soulmate, Karier, dan Rumah Tangga

Tahun 2011 aku kepikiran buat nanya teman dan sahabat tentang definisi beberpa hal yang menurut aku penting dalam hidup DISINI, daan setelah lulus kuliah. Muncul lah hal-hal lain yang tiba tiba suka keselibet kepikiran, huahaha..

yaitu.. soulmate, karier, dan rumah tangga. ekhem ekhem, sensitif emang.

Pas aku tanya sahabat, dia ngomong "obrolan 22+ banget yah raa" haha.. dan waktu aku sempet denger cerita temenku yang psikolog, umur umur sgni ya emang kalo galau dua hal kerjaan (karir) dan pasangan hidup (soulmate).

Friday, January 18, 2013

Bagaimana Memandang Hidup seharusnya?

oke kali ini aku minat bahas masalah, bagaimana memandang hidup. contoh kecilnya nih,
orang tua yang sudah renta kadang dianggap amanah dari Allah, namun ada juga yang berfikir merepotkan.. 

Friday, November 16, 2012

SKRIPSI oohh skripsi

setelah jungkir balik repro dan mulai skripsi, aku setuju kalo skripsi itu perlu , kenapa??. dan kenapa temenku baru dua bulan jalan skripsi uda kelar , aaaa...

Tuesday, April 24, 2012

Kenapa Vertikal Horizontal?

haiiiii, maafkan sudah lama tidak posting.  masih belum cukup pintar membagi waktu antara kuliah dan kerja, jadinya capee luar biasa. dan hari yang yang paling dinantikan cuma hari mingguuu.. haha =P

waktu itu dosenku pernah cerita, dia bingung sama murid yang dikasih tugas trus ngeluh, padahal Beliau dulu kerja ampe sore, kuliah nd baru start kerjain tugas jam 10 malem sampai jam 2 pagi dan besok paginya harus bangun pagi-pagi buat kerja lagi, begitu tiap harinya .. SALUUUUT banget deh sama dosen ini. hebat, pertama kemauannya kuat banget kedua fisiknya strong beneeer.. hehe..

Saturday, March 24, 2012

forgive and forget


Satu bulan terakhir ini, ada beberapa orang yang sikapnya tidak menyenangkan.
 aku maafin kok, karena bukan tugasku ngebales sikap ga baik mereka sama aku. 
aku bersyukur, udah dikasi tau orang macam apa mereka itu.. belajar untuk memafkan dan melupakan itu melegakan, tapi sayangnya aku hanya punya kemampuan memaafkan yang tinggi namun kemampuan melupakan yang sangat rendah.. hmm

Sunday, February 26, 2012

Tuhan sembilan senti

mungkin agak telat, hehe.. tapi gapapa yah, aku suka banget sama tulisan ini .. kayak seperti yang aku rasain saat ini yang ga bisa gue tuangin , betapa kurang sukanya aku sama rokok. hehe.. mungkin ga semua perokok menjadikan rokok sebagai Tuhannya, tapi sebagian dari mereka bertindak sepert itu.

Tuhan Sembilan Senti

Oleh: Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok.

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok.

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stop-an bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena.

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok.

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemisngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok.

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.

Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas.

Lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba.

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya.

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.


foto dari sini dan sini

rokok itu ga sehat, rokok itu buang-buang uang, perokok itu bau, perokok itu !@#$%^&* ( bayangin aja temenku bela2in pulang jalan kaki, karena uangnya abis . lebih rela beli rokok dibanding naik angkot) .. haha ketawa aja deh..

Monday, January 2, 2012

Resolusi untuk Revolusi

Beberapa tahun yang lalu, aku sama irin dan rayi duduk-duduk di oh lala dan kita nulis-nulis tentang harapan kita ditahun yang akan datang, itu bulan december akhir kalo ga salah. aku nulis resolusiku yang amat banyak kalo ga salah ada beberapa belas gitu, rayi dan irin pun begitu. dan mereka ngasih aku masukan buat aku gimana kedepannya. salah satu dari resolusi yang aku inget adalah memakai kerudung, dan alhamdulilah sudah terlaksana. ada yang terlaksana dan ada juga yang gak,sekarang aku ga tau dimana kertasnya.hohoho :D . dan judul kita menulis-nulis waktu itu adalah resolusi untuk revolusi.

tahun ini tahun 2012, kemarin aku ngerayain tahun baru di Menesh (banten) di rumah sahabat kampusku, kalo fotonya dah ditagg nanti gue posting ya ke blog =P , haha. setelahku pikir-pikir apa yang aku akuin sama Rayi dan Irin beberapa tahun yang lalu gak salah cuma alangkah lebih baiknya kalo resolusinya jangan terlalu banyak. cukup dua atau tiga saja biar keliatan jelas apa yang ingin dicapai.
tahun ini ada dua hal yang pengen aku benahin dari kehidupan aku yang gak teratur ini, ya tujuannya cuma satu kok agar kedepannya aku bisa jadi manusia lebih baik lagi , lebih produktif lagi. sebenernya kalo mau berubah itu kapan aja, cuma memanfaatkan moment2 tertentu juga ga salah =)
seperti di novel 5 cm , kata-katanya begini


Jadi kalo yakin sama sesuatu , kita Cuma harus percaya terus berusaha bangkit dari kegagalan , jangan pernah nyerah dan taruh keyakinan, mimpi, keinginan, dan harapan.
Lo taruh disini, jangan menempel dikening ,                               
biarkan… dia… menggantung… mengambang… lima cm … di depan kening kamu.                                                 
Jadi dia gak akan pernah lepas dari mata kamu , dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu tiap hari . kamu liat tiap hari dan percaya kalo kamu bisa.    
Apapun hambatannya bilang sama diri kamu sendiri kalo kamu percaya sama keinginan kamu dan nggak bisa nyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh ,bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat apapun itu keinginan, mimpi, citacita, keyakinan diri.
Biarkan keyakinan kamu lima cm menggantung mengambang di depan kening kamu, dan sehabis itu yang kamu perlu Cuma

 “ Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lam dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekat yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa”
dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.. “percaya pada…lima cm di depan kening kamu

soo, apapun yang kita mau harus pasang target , dan semangat terus mengejarnya.semoga kita bisa menjadi apa yang kita inginkan , amin ya Allah